Program adalah berbagai bentuk kegiatan dakwah sekolah untuk mencapai sasaran-sasaran dan tujuannya dengan tetap bertopang pada 4 pilar kompetensi ADS. Program-program senantiasa memerlukan kreatifitas dan penyegaran-penyegaran serta disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekolah dan ketersediaan SDM aktifis dakwah sekolah (ADS) yang ada.
Berbagai program/kegiatan dakwah sekolah dapat diselenggarakan secara kolektif, baik dalam rangka rekrutmen jama’i kepada dakwah khassah maupun dakwah ‘ammah dalam rangka membentuk basis masyarakat Islam.
Berikut ini berbagai bentuk kegiatan dakwah sekolah beserta kiat-kiatnya:
1.Ceramah umum
Ceramah umum adalah salah satu program yang populer bagi penyebaran fikroh Islamiyah secara massal di kalangan siswa, guru-guru dan karyawan. Biasanya diadakan dalam rangka menyambut momen tertentu seperti PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) yaitu: Tahun Baru Islam (1 Muharram), Maulid Nabi SAW, Isra Mi’raj, Idul Adha, dsb. Inilah salah satu wahana formal terbesar yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk penyebaran fikroh Islamiyah. Berikut ini beberapa kiat agar program berjalan lebih efektif :
A.Usahakanlah agar program PHBI dalam setahun dapat masuk ke dalam Program Kerja Tahunan OSIS sehingga mendapatkan legalitas formal pelaksanaannya. Hal ini sangat berguna setidaknya untuk: (a) mendapatkan anggaran kegiatan dari sekolah, (b) kepastian izin pelaksanaan, (c) kekuatan birokrasi untuk memastikan kehadiran para siswa, guru & karyawan.
B.Program utama ceramah umum hendaknya dipaketkan dengan program penunjang seperti:bazar buku, pameran, perlombaan, pemutaran film, nasyid, khitanan massal, dsb. Hal ini bertujuan agar (a) nuansa syiar lebih terasa menyebar ke seluruh sekolah dan (b) semakin variatifnya sarana dakwah ‘ammah kita.
C.Libatkanlah pengurus OSIS yang lain (selain Rohis) dalam kepanitiaan. Demikian pula diberikan peluang seluas-luasnya bagi para pelajar muslim untuk terlibat aktif dalam kepanitiaan maupun pembantu umum. Hal ini secara alamiah akan memperluas mihwar simpatisan, memupuk nilai-nilai ukhuwah, proses internalisasi nilai-nilai keislaman pada diri mereka dan menghindari kesan ekslusif sejak dini.
D.Siapkan kepanitiaan secara baik, tidak mendadak, dan buatlah perencanaan secara detil. Undanglah alumni dan guru pembina untuk memberikan masukan-masukan. Kalau diperlukan buatlah training kecil manajemen kepanitiaan. Jangan lupakan perangkat-perangkat yang detil: sound system yang baik, taplak meja & vas bunga, dokumentasi, meja penerima tamu, name tag panitia, snack, dsb. Tidak lupa pamflet / leaflet promosi kegiatan didesain yang menarik dan disebarkan ke setiap kelas dan mading-mading sekolah. Buatlah undangan khusus ke setiap guru dan kepala sekolah. Dan jangan lupa, senantiasa melakukan konfirmasi kepastian hadir bagi calon penceramah utama.
E.Apabila panitia kegiatan mengumpulkan dana dari para donatur, termasuk donatur orang tua murid, maka jangan lupa untuk membalasnya dengan
F.Undanglah penceramah yang baik sedapat mungkin dengan kriteria: (a) fikroh yang lurus, (b) orasi yang memikat, (c) dikenal oleh masyarakat. Jangan lupa untuk mengundangnya jauh hari sebelum pelaksanaan dan pembicara diberitahu secara umum kondisi medan/sekolah peserta tablig tersebut.
G.Buatlah layout ruangan ceramah umum yang apik, menarik, dekoratif namun efisien. Apabila memungkinkan jangan sungkan menggunakan perangkat teknologi penunjang seperti : OHP, slide projector, hingga komputer multimedia.
H.Buatlah Lembar Presensi untuk memantau kehadiran para peserta. Buatlah riset kecil untuk melihat dan memantau secara spesifik para peserta yang rajin hadir dengan motivasi yang kuat untuk ditindaklanjuti dalam proses rekrutmen dakwah khassah.
Saat ini, program penyuluhan problematika remaja seperti narkoba, tawuran dan seks bebas telah menjadi perhatian penting bagi seluruh elemen masyarakat. Selain itu, program ini juga sangat menarik bagi para siswa karena sangat dekat dengan keseharian mereka dan dapat memenuhi keingintahuan mereka secara positif. Program ini dapat diadakan berkala sesuai kebutuhan/minimal satu kali per angkatan dan dapat bekerjasama dengan LSM yang sudah memiliki perangkat penyuluhan yang memadai, misalnya: pembicara, bahan presentasi,brosur,audiovisual,konseling,dsb. Secara strategis, program pelayanan masyarakat (amalkhidami) semacam ini sangatlah efektif untuk membangunan simpati dan memasukkan nilai-nilai universal keislaman secara natural dan penuh kesadaran.
3.Studi Dasar Islam.
Studi Dasar Islam atau lebih sering dikenal sebagai Dauroh atau Pesantren Kilat (Sanlat) adalah program kajian dasar Islam dalam jangka waktu tertentu antara 2-5 hari tergantung situasi dan kondisi. Kegiatan ini dapat diadakan di dalam atau luar
Dengan materi yang sedemikian sistematis, pengkondisian lingkungan acara yang baik dan peserta yang selektif, diharapkan akan terjadi perubahan fikroh & kejiwaan yang mendasar sepulangnya dari acara tersebut dan siap dibina lebih lanjut. Program ini memang memiliki misi rekrutmen langsung yang siap dibina menjadi kader-kader inti dakwah atau juga dikenal sebagai pintu gerbang marhalah tamhidiyah.
A.Buatlah program ini secara formal. Hal ini bermanfaat al: jumlah peserta akan lebih banyak, penyelenggaraan akan lebih leluasa, pencarian dana semakin luas dan merupakan syiar Islam yang cukup efektif.
B.Buatlah galeri foto-foto kegiatan serupa pada waktu / tahun – tahun sebelumnya sehingga menjadi syiar dan daya pikat calon peserta.
C.Buatlah perencanaan sistematis dan jadwal program dalam setahun. Misalnya: pengadaan setiap libur catur wulan atau setahun sekali. Carilah momen/kesempatan waktu yang paling baik berdasarkan kondisi lokal sekolah.
D.Susunlah paket acara yang menarik dan lengkapi dengan acara penunjang seperti: nasyid, pemutaran film, muhasabah, hiking/teawalk, olahraga, qiyam lail, dsb.
E.Berilah nama kegiatan dengan nama yang menarik dan familiar di telinga para remaja-pelajar.
F.Rekrutlah para peserta yang potensial dengan urutan prioritas (a) potensial menerima dan menyambut seruan dakwah, (b) potensial bagi dakwah: para 10 besar juara kelas masing-masing, perwakilan dari masing-masing kelas, para pemimpin formal (ketua kelas, pengurus OSIS, ekskul, dsb), pemimpin informal, dll.
G.Apabila memungkinkan, kegiatan dilakukan di luar
H.Apabila memungkinkan gunakan perangkat OHP/slide projector/multimedia untuk mengefektifkan penyampaian materi.
I.Undanglah kepala sekolah untuk hadir setidaknya dalam acara pembukaan dan memberikan sambutan. Undanglah guru pembina Rohis / guru agama dalam acara tersebut dan kalau diperlukan berikanlah sessi khusus untuk beliau memberikan taujih. Hal ini akan meningkatkan partisipasi dan afiliasi birokrat sekolah dan menghilangkan kecurigaan atas dakwah.
J.Siapkanlah calon-calon pembina / murabbi yang berkualitas dan memenuhi persyaratan kondisional yang ditentukan sebelum acara berlangsung. Hindari sedapat mungkin jedah waktu yang lama antara waktu kegiatan dengan follow up-nya hanya dikarenakan calon pembina yang belum pasti.
4.Rihlah/Tafakkur Alam
Rihlah bertujuan untuk menyegarkan kembali jiwa yang penat sambil menghayati kebesaran penciptaan Allah SWT dan menguatkan ukhuwah. Biasanya berlangsung 1 – 2 hari dan diadakan di luar
5.Olah Raga.
Olah raga dapat menjadi program rutin informal bagi para ADS dan simpatisannya dengan tujuan sebagai tarbiyah jasadiyah sekaligus menggalang ukhuwah dan soliditas pengurus. Misalnya: pertandingan sepakbola setiap bulan, renang, dll.
6.Bazar & Pameran.
Bazar yang dimaksud adalah bazar buku, majalah, kaset, VCD, stationary, busana dan berbagai produk Islami lainnya. Pameran yang Islami seperti: pameran foto-foto perkembangan dunia Islam dari berbagai zaman dan penjuru dunia, software komputer/program multimedia Islam, dsb.
Program ini biasanya menjadi program pelengkap PHBI atau momen kegiatan-kegiatan Islam lainnya dimana ia memiliki berbagai misi sekaligus: bernilai ekonomi/bisnis, nasyrul fikroh dan syiar Islam.
Acara semacam ini sedapat mungkin melibatkan banyak simpatisan dan lapisan yang lebih luar lagi dalam kepanitiaan termasuk sebagai penjaga bazar, perlengkapan dan keamanan agar semuanya merasamemiliki kegiatan ini.
7.Perlombaan
Program perlombaan biasa diikutkan dalam program utama PHBI sebagai wahana menjaring bakat dan minat para siswa di bidang keagamaan, ajang taaruf, silaturahmi antar kelas yang berbeda dan syiar. Jenis-jenis perlombaan meliputi: Azan, Tilawah/Tartil, Cerdas Cermat, Pidato, Nasyid, dsb. Ciptakanlah berbagai lomba kreatif lainnya yang memiliki daya tarik tinggi dan dapat diikuti oleh banyak kalangan. Program ini juga dapat dijadikan sebagai wahana penumbuhan partisipasi dan afiliasi obyek dakwah sekolah secara massal.
8.Majalah Dinding
Majalah Dinding memiliki 2 fungsi sekaligus: (a) wahana informasi keislaman, (b) pu sat informasi kegiatan Islam, baik internal sekolah maupun eksternal.
Agar efektif, muatan informasi Islam dalam majalah dinding hendaknya yang singkat, padat, informatif dan aktual. Berita dunia Islam, baik lokal maupun internasional, hendaknya mendapat porsi khusus dalam media ini.
9.Buletin Dakwah
Program ini dimaksudkan agar obyek dakwah sekolah senantiasa mendapat suplai fikroh/informasi keislaman secara kontinyu dan berkala. Pengadaan buletin ini dapat dibuat sendiri atau cukup membeli dari buletin-buletin dakwah yang sudah beredar di luar lingkungan sekolah. Pengadaan dapat dikoordinasikan secara terpusat atau pun inisiatif aktifis dakwah di setiap kelas. Tema-tema dipilih adalah tema-tema aktual yang membentuk opini. Selain itu dapat juga tema-tema lain yang mudah dicerna, memotivasi seperti kisah sahabat, hikmah-hikmah, targhib & tarhib, dsb.
Mentoring agama adalah forum pengkajian agama Islam secara lebih mendalam dalam jumlah anggota yang terbatas 8 – 12 orang tiap kelompok dengan pokok bahasan fokus pada masalah aqidah, akhlak dan ibadah. Pembimbingnya dari kalangan alumni, non-alumni atau kakak kelas yang berkompeten. Mentoring yang dimaksud adalah masih dalam suasana formal dan mendapat legalitas dari sekolah sebagai program peningkatan moralitas para pelajar dan untuk mencegah kenakalan remaja. Dalam pandangan kita, proram ini dapat dijadikan sebagai upaya awal perekrutan/ pra kondisi dakwah khassah. Di Jakarta, bahkan sudah ada LSM yang khusus menggarap program ini secara formal di sekolah-sekolah.
11.Kursus Membaca Al-Qur’an
Program ini sangat urgen mengingat kemampuan membaca al-quran merupakan langkah awal pendalaman dan pengakraban Islam lebih lanjut. Banyak kasus terjadi, apabila siswa belum bisa membaca al-Quran akan menghambat motivasinya untuk mendalami Islam lebih jauh. Kita mengenal berbagai metode kursus yang saat ini telah berkembang dan terbukti efektifitasnya. Program ini memerlukan kerjasama dengan pihak guru agama Islam di sekolah agar turut mendukung dan menjadikan bagian dari penilaian mata pelajaran agama Islam.
12.Perpustakaan.
Usahakanlah keberadaan Perpustakaan Islam di Mushalla / Masjid Sekolah. Buku-buku dan majalah-majalah dapat bersumber dari sumbangan para alumni, siswa, guru, lembaga-lembaga eksternal, perorangan dan anggaran sekolah. Kelolalah dengan baik, buat kodifikasi, sistem informasi peminjaman dan sistem marketing yang kreatif. Informasikanlah keberadaaan perpustakaan ini & daftar buku ke seluruh keluarga besar sekolah secara tertulis, baik melalui pengumuman di mading, buletin, dsb. Kalau perlu pemasaran dilakukan per kelas oleh setiap ADS kelas ybs. Buatlah statistik peminjam per bulan / per cawu berdasarkan kelas sebagian bagian dari parameter perkembangan dakwah di kelas ybs dan dasar perencanaan strategis.
Apabila sekolah memiliki fasilitas untuk shalat Jum’at berjamaah di dalam lingkungan sekolah (masjid sekolah), maka jangan sia-siakan untuk mengelolanya dengan penceramah yang berkualitas dan berfikroh baik. Selain itu apabila memungkinkan, hendaknya penceramah digilir antara kepala sekolah, kalangan guru dan siswa sebagai media latihan tabligh dan peningkatan partisipasi dan afiliasi pihak birokrat dan guru.
Saat ini telah berkembang pula puluhan item VCD film-film, nasyid, dokumenter terkait dengan dunia Islam dengan format dan kualitas gambar yang tidak kalah dengan film konvensional. Pengelolaan rental VCD dapat bekerjasama dengan pihak luar sekolah/pengusaha VCD rental tersebut. Pemasaran dapat menggunakan jaringan setiap kelas.
Kegiatan ini sangat penting khususnya bagi siswa kelas III untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai perguruan tinggi yang hendak dicapai (bagi siswa SMU) atau berbagai peluang dunia kerja yang dapat diraih (siswa sekolah kejuruan). Undanglah para ADS Alumni yang berprestasi dan kuliah di kampus-kampus ternama / bahkan dari perguruan tinggi luar negeri. Acara ini sangat menarik minat kelas III dan bernilai efektif bagi tumbuhnya simpati dan kesan yang baik bagi para aktifis dakwah sekolah & alumninya di mata masyarakat siswa, guru dan kepala sekolah.
16.Try Out UMPTN.
Program pelayanan ini juga efektif dengan dua tujuan sekaligus (a) membantu persiapan UMPTN khususnya para siswa muslim (b) menggalang simpati, silaturahmi dan ukhuwah. Program ini sebaiknya bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar muslim yang sudah mapan dan memiliki kondite yang baik di mata siswa (marketable).
17.Pelatihan Ketrampilan.
Pelatihan ketrampilan meliputi ketrampilan individu (fardi) dan ketrampilan komunal (jama’i) yang sangat dibutuhkan oleh para ADS (lihat lampiran). Ketrampilan individu adalah ketrampilan yang memungkinkannya melaksanakan dakwahnya dengan baik di semua
Sedangkan ketrampilan komunal adalah ketrampilan yang memungkinkan sekelompok ADS melakukan komunikasi yang baik, bertukar pengalaman dan penghimpunan potensi, al: manajemen operasional, manajemen konferensi, manajemen strategik, teamwork, dsb. ADS Alumni atau LSM Pelajar atau lembaga training profesional dapat mengambil peranan sebagai fasilitator kegiatan ini.
18.Kelompok Belajar.
Akademis yang baik adalah dambaan setiap orang. Secara umum, kita mendorong seluruh siswa muslim agar bekerja keras dan giat belajar untuk mencapai prestasi yang optimal. Bagi para ADS Siswa dan Simpatisan, kegiatan kelompok belajar dapat diadakan secara khusus dengan memanfaatkan bantuan Alumni atau siswa yang berprestasi, baik dalam penyediaan soal-jawab ujian, buku-buku maupun pengajaran.
19.Pengajian Guru
Pengajian Guru dapat diadakan dengan pendekatan siswa, alumni dan guru aktifis dakwah sekolah, termasuk guru agama Islam. Diharapkan lama kelamaan kegiatan ini memiliki manajemen yang terpisah dan dikelola oleh internal guru sendiri sehingga lebih alamiah dan permanen.
20.Muzhaharah Dunia Islam
Informasi muzharah dunia Islam hendaknya selalu disampaikan kepada segenap siswa dan khususnya bagi para aktifis dan simpatisannya. Kegiatan ini sangat baik bagi percepatan kematangan fikroh, hamasah dan kesadaran politik.





